Wednesday, January 21, 2009

Sunday, December 28, 2008

Protista Mirip Hewan

PROTISTA MIRIP HEWAN / PROTOZOA
CIRI :
 unisel.
 Heterotrof.
 Mikroskopis.
 Punya alat gerak bervariasi : flagellum, cilia, pseudopodia.
 Struktur tubuh : membrane sel, sitoplasma, nucleus, vakuola berdenyut (kontraktil), vakuola makanan, .
 Membrane sel pelindung, pengatur pertukaran makanan & gas.
 Vakuola makanan  vakuola yg berfungsi mencerna makanan.
 Vakuola kontraktil  vakuola yg berfungsi mengeluarkan sisa makanan berbentuk cair, dan mengatur kadar air sel.
 Inti sel  mengatur aktivitas sel.
 Hidup dengan memangsa bakteri, protista lain maupun sampah organisme.
 Soliter atau berkoloni.
 Sebagian besar habitatnya di air tawar atau laut.
 Reproduksi asexual : pembelahan biner.
 Reproduksi sexual : penyatuan 2 gamet yg berbeda, atau dengan konjugasi (penyatuan 2 inti sel vegetatif)
 Menghasilkan kista yg diselubungi kapsul polisakarida  jika lingkungan tidak menguntungkan.

KLASIFIKASI PROTOZOA
 Rhizopoda (Sarcodina)
 Ciliata (Ciliophora / Infusoria)
 Flagellata (Mastigophora)
 Sporozoa (Apicomplexa)

Rhizopoda
Ciri :
 bergerak dg penjuluran sitoplasma (pseudopodia/ kaki semu)
 fungsi pseudopodia : alat gerak & memangsa makanan.
 Yg punya cangkang (Globigerina), tanpa cangkang (Amoeba proteus).
 Cangkang terdiri dari silica atau CaCo3. 
 Sitoplasma : endoplasma & ektoplasma. Ektoplasma lebih kental
 Reproduksi asexual : pembelahan biner.
 Membentuk kista saat lingkungan tidak menguntungkan  Amoeba.
 Habitat : tanah lembab, lingkungan berair.
 Heterotrof.
 Pemangsa ganggang unisel, bakteri, atau protozoa lain.
 Cth : Amoeba proteus (hidup soliter di tanah), Difflugia (di air tawar), Globigerina (di laut), Entamoeba gingivalis & Entamoeba histolytica (parasit pd manusia)

Ciliata
Ciri :
• bergerak menggunakan silia.
• Fungsi silia : pergerakan, alat bantu makan.
• Punya 2 inti makronukleus & mikronukleus.
• Makronukleus pertumbuhan & perkembangbiakan.
• Mikronukleus  berfungsi saat konjugasi.
• Punya trikokis untuk pertahanan diri.
• Habitat : lingkungan berair.
• Hidup bersimbiosis & parasit.
• Reproduksi asexual : pembelahan biner transversal.
• Reproduksi sexual : konjugasi.
• Cth : Paramaecium caudatum, Stentor, Didinium, Vorticella.

Flagellata
Ciri :
 alat gerak : flagellum.
 Ada 2 flagellum
 Reproduksi asexual : pembelahan biner transversal.
 Habitat : lingkungan berair.
 Bersimbiosis : di usus rayap & kecoa kayu  Trichonympha campanula.
 Parasit pd manusia : Trypanosama brucei.

Trychomonas vaginalis  penyakit kelamin Trikomoniasis

Sporozoa
Ciri :
 membentuk spora.
 Tidak punya alat gerak.
 Unisel.
 Parasit pada hewan & manusia
 Reproduksi sexual & asexual diserta pergiliran keturunan.
 Cth : Toxoplasma gondii, Plasmodium


Protista Mirip Tumbuhan

PROTISTA MIRIP TUMBUHAN / ALGAE / GANGGANG

Ciri :
 Soliter & berkoloni
 Unisel : punya flagellum untuk pergerakan.
 Talus
 Eukariot
 Mempunyai kloroplas (= adalah organel plastida yang mengandung zat warna)
 Fotoautotrof
 Habitat : perairan.
 Fungsi ganggang : penyedia oksigen dan makanan (produsen ) pada ekosistem perairan
 Mempunyai struktur dalam kloroplas yg disebut Pirenoid - untuk menyimpan cadangan makanan.

Jenis cadangan makanan pada ganggang :
o Amilum & minyak (ganggang hijau)
o Leukosin & minyak (ganggang keemasan)
o Laminarin (ganggang coklat)
o Tepung florid (ganggang merah)

Bentuk kloroplas ganggang :
o Bulat : Chroococcum
o Mangkuk : Chlorella & Chlamydomonas
o Sabuk : Ulothrix
o Cakram : Vaucheria & Chara
o Jala : Oedogonium
o Spiral : Spirogyra

Pigmen utama pada ganggang :
• klorofil (klorofil a, b, c, d)
• karoten
o santofil (keemasan)
o fukosantin (coklat)
• fikobilin
o fikoeritrin (merah)
o fikosianin (biru)

Reproduksi ganggang :
• asexual :
o pembelahan biner  pada ganggang unisel. Cth : Chlorella & Euglena
o fragmentasi  pada ganggang berbentuk benang. Cth : Spirogyra, Laminaria, Sargassum.
o pembentukan spora  Chlamydomonas & Ulothrix.
• sexual :
o penyatuan gamet yg berbeda jenis.
o Oogami
o Isogami
o Anisogami.

Klasifikasi ganggang :
A. Euglenophyta (Euglenoid)
B. Chrysophyta (ganggang keemasan)
C. Pyrrophyta (ganggang api/ Dinoflagellata)
D. Chlorophyta (ganggang hijau)
E. Phaeophyta (ganggang coklat)
F. Rhodophyta (ganggang merah)

Euglenophyta 
Ciri : 
 punya bintik mata berisi fotoreseptor  dapat bergerak mendekati cahaya.
 Tidak punya dinding sel, tapi dibungkus selaput protein (pelikel ) lentur
 Ada yg heterotrof, ada yg autotrof. Yg autotrof : punya pigmen klorofil a dan b, serta karoten.
 Cadangan makanan : paramilon (sejenis zat pati)
 Punya 2 flagelum : panjang dan pendek. Yg panjang untuk pergerakan.
 Habitat di air tawar.
 Reproduksi asexual : pembelahan biner.
 Cth : Euglena sp.

Chrysophyta 
Ciri : 
• pigmen dominant : karoten (xantofil), fukosantin, klorofil a dan c.
• bentuk : unisel soliter (Ochromonas), unisel berkoloni, dan multisel (Vaucheria).
• Dinding selnya : hemiselulosa, silica dan pectin.
• Sebagian punya flagellum untuk pergerakan.
• Cadangan makanan : lemak & karbohidrat.
• Sebagian besar hidup di air tawar.
• Reproduksi asexual : pembelahan biner (unisel), dan spora (unisel & multisel).
• Reproduksi sexual : penyatuan 2 gamet.
• Cth : Synura, Mischococcus.

Bacillariophyta / Diatom
Ciri : 
• Habitat : air laut & air tawar 
• Berperan sebagai phytoplankton 
• Mengandung pigment chlorophyll a & c, caroten (orange pigments), & xanthophyll (yellow pigments) 
• Centric diatoms : habitat di air laut, punya bentuk cangkang lingkaran / segitiga 
• Pennate diatoms : habitat di air tawar, punya cangkang persegi 
• Jika diatom mati, akan membentuk tanah diatom, yg digunakan untuk detergen, pasta gigi, pupuk dll
• Cadangan makanan : amilum
• Dinding sel : selulosa.
• Tidak punya cilia & flagella
• punya struktur seperti tutup  epiteka dan dasar  hipoteka.
• Cangkangnya  SiO2 sehingga tampak seperti gelas.
  
Pyrrophyta 
Ciri : 
 Untuk beberapa spesies mampu berpendar di malam hari  red tide.
 Beberapa spesies menghasilkan toxin.
 Pigmen : klorofil a dan c, santofil, dinosantin, dan fikobilin.
 Dinding sel : selulosa.
 Punya 2 flagellum.
 Habitat : laut
 Nisia : produsen (fitoplankton laut)
 Reproduksi asexual : pembelahan biner.
 Cth : Gymnodinium breve  neurotoxin, Gambierdiscus toxicus  ciguatoxin, Gonyaulax  saksitoxin, Noctiluca scintillans  nontoxic, dpt berpendar.

Chlorophyta 
Ciri : 
 punya pigmen dominant : klorofil a dan b, karoten.
 Dinding sel : selulosa
 Cadangan makanan : amilum.
 Bentuk : unisel & multisel
 Habitat : sebagian besar di air tawar, sisanya di laut (Ulva)
 Reproduksi asexual : pembelahan biner, pembentukan spora, & fragmentasi.
 Sexual : isogami, anisogami atau oogami.
 Cth : Chlorella, Chroococcum, Chlamydomonas, Volvox, Gonium, Halimeda, Acetabularia.

Phaeophyta 
Ciri : 
 punya pigmen dominant : fukosantin, klorofil a, klorofil c, dan santofil.
 Multisel.
 Talus mencapai 50 meter.
 Punya struktur spt akar, batang, daun.
 Dinding sel : pectin & algin.
 Cadangan makanan : laminarin.
 Habitat : di laut (sebagian besar).
 Reproduksi asexual : fragmentasi (ganggang berbentuk benang & talus) serta pembentukan zoospore (ganggang berbentuk talus).
 Reproduksi sexual : oogami, isogami dan anisogami.
 Terdapat metagenesis (pergiliran keturunan antara fase gametofit ke sporofit).
 Cth : Sargassum, Laminaria, Turbinaria, Fucus vesiculosus & Macrocystis, Neurocystis, Hormosira.
Sargassum membentuk Laut Sargasso di Samudra Atlantik.
Macrocystis & Neurocystis  ganggang raksasa.
Hormosira  Neptune’s necklace.

Rhodophyta 
Ciri : 
 pigmen dominant : fikoeritrin, klorofil a dan d, karoten, fikosianin.
 Dinding sel : pectin & selulosa.
 Cadangan makanan : tepung florid.
 Habitat : laut dalam.
 Reproduksi asexual : spora.
 Reproduksi sexual : oogami.
 Mengalami metagenesis 
 Cth : Euchema spinosum, Gelidium robustum, Chondrus crispus, Gigartina mammilosa, Gracillaria verrucosa, Corallina mediterranea, Palmaria palmate, Polysiphonia sp.



Protista Mirip Jamur

CIRI PROTISTA :
- eukaryotic
- unisel / multisel
- tidak punya jaringan sebenarnya

PEMBAGIAN PROTISTA :
- Protista mirip jamur
- Protista mirip hewan
- Protista mirip tumbuhan

PROTISTA MIRIP JAMUR
Ciri :
 berperan sebagai jamur parasit & predator.
 Menghasilkan spora
 Jamur parasit berperan sebagai pengurai di air, punya enzim pemecah senyawa organic.
 Unisel.
 Heterotrof.
 Contoh : Oomycota & Myxomycota

Oomycota
Ciri : 
 hidup bebas.
 Mendapat nutrisi dari sisa tumbuhan di perairan.
 Contoh : Saprolegnia, Phytophtora infestans.
 Reproduksi : aseksual dan seksual.
 Aseksual : sporangiumnya menghasilkan zoospore.
 Seksual : penyatuan gamet jantan dan betina

Acrasiomycota (Cellular Slime Molds)
Ciri :
 hidup di air tawar.
 Berbentuk pseudoplasmodium  saat kurang makanan.
 Reproduksi dengan menghasilkan spora.
 
Myxomycota
Ciri :
• merupakan predator fagosit.
• Dapat menelan bakteri, hama, spora dan komponen organic.
• Menghasilkan lendir saat lingkungan kurang menguntungkan.
• Contoh : Dictyostelium discoideum.

Protista : Malaria

Protista : Macam-macam Protista